Menjadi Pengajar Muda di Tulang Bawang Barat



Nama Lengkap: M. Nurul Ikhsan Saleh, S.Pd.I
Nama Panggilan : Nurul
Tempat Tanggal Lahir : Sumenep, 27 Juli 1988
Pendidikan Terakhir: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Kependidikan Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
Aktivitas/Organisasi/Pengalaman Kerja :
-          Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Pendidikan Yogyakarta, Bidang Pengembangan Bahasa Asing, Beswan Djarum DSO Semarang dan Kelompok Studi Ilmu Pendidikan
-          Komunitas Peace Generation Yogyakarta yang bergerak di bidang perdamaian pemuda dan organisasi kepemudaan Forum Indonesia Muda (FIM) dan Senyum Community Yogyakarta
-          Aktif menulis opini dan resensi buku di berbagai surat kabar lokal dan nasional. Selain itu, tiga tulisannya telah dimuat dalam tiga buku kompilasi, sedangkan buku terakhir yang diterbitkan adalah Peace Education
-          Pernah menjadi asisten dosen matakuliah Metode Penelitian Pendidikan II di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan jurusan Kependidikan Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan pernah mengajar di Sekolah Dasar Negeri 30 Inp Ulidang selama 13 bulan
Prestasi:
-          Juara pertama LKTI se-Yogyakarta yang diselenggarakan HMI Cabang Yogyakarta
-          Bagian dari 20 penulis terbaik Sayembara Esai Nasional IDEA IPB
-          Menjadi 5 komentator terbaik Blog Competition Beswan Djarum
-          Juara pertama LKTI se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga
-          Juara Kedua LKTI DPP Bidang Penelitian Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
-          Juara Ketiga LKTI Jurusan Kependidikan Islam
-          Peraih Beasiswa PT Djarum, Kementarian Agama dan Pemerintah Kabupaten Sumenep
SD Tempat Penugasan : SD Terang Agung, Dusun Terang Agung, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Barat
Contak Person : 081242023909 email : nurul_ih@yahoo.com


Apa motivasi Anda ikut bergabung menjadi Pengajar Muda pada Gerakan Indonesia Mengajar?
Secara garis besar, ada tiga motivasi saya ikut bergabung menjadi Pengajar Muda pada Gerakan Indonesia Mengajar. Pengabdian menjadi motivasi Saya yang pertama untuk ikut bergabung dengan Indonesia Mengajar (IM) lewat menjadi Pengajar Muda (PM) angkatan VII. Bagi saya, jalur pengabdian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak berbatas waktu. Salah satu jalan pengabdian bagi bangsa Indonesia yaitu dengan cara saya memilih menjadi PM. Pengabdian seperti inilah yang saya pahami dalam agama saya sebagai sebentuk jihad di jalan Tuhan.
Motivasi kedua saya bergabung menjadi PM adalah untuk menginspirasi. Saya berkomitmen menginspirasi dengan cara memaksimalkan kemampuan dan pengalaman yang saya miliki agar bisa bermanfaat sebesar-besarnya bagi kemaslahatan dan kebermanfaatan masyarakat. Saya ingin berbagi inspirasi dengan siswa, guru, pemerintah dan masyarakat secara lebih luas dalam rangka menuju perbaikan pendidikan di mana pun saya bertugas.
Motivasi ketiga saya yaitu berbagi. Bagi saya, semakin banyak saya berbagi ilmu, maka akan semakin banyak pula ilmu pengetahuan yang akan saya dapatkan. Seperti halnya Saya berbagi pengajaran menulis bagi siswa, semakin banyak pula ilmu kepenulisan yang saya dapatkan. Oleh karena itu, alasan saya bertugas menjadi PM adalah untuk berbagi. Pengalaman saya selama ini, baik di bidang kepenulisan, keorganisasian dan kegiatan kepengajaran, menjadi pelajaran berarti untuk kemudian saya bagikan kepada anak-anak di tempat saya mengabdi.Apalah arti sebuah prestasi dan pengalaman yang menumpuk apabila tidak dibagikan kepada orang lain. Maka dari itu saya terpanggil untuk berbagi dengan anak-anak dan masyarakat di Tulang Bawang Barat.

Anda sudah lebih dari lima bulan mengajar di sekolah. Ceritakan mengenai aktivitas pembelajaran yang Anda lakukan!
Aktivitas saya di tempat penugasan meliputi empat hal, kurikuler, ekstrakurikuler, pembelajaran masyarakat dan pelibatan daerah. Pada kegiatan kurikuler saya mengajar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dari kelas empat sampai kelas enam. Sedangkan dalam ekstra kurikuler saya mengampu anak-anak mengelola Mading dan inisiasi Kelompok Belajar Indonesia Mengajar(KBIM) di dusun. Dalam KBIM ini anak-anak diberikan materi tambahan seputar pelajaran-pelajaran yang belum dikuasai dengan baik di sekolah. Dalam kegiatan kemasyarakatan saya terlibat dalam kegiatan musholla dan masjid, seperti mengajar TPA dan pembelajaran fiqh di masyarakat. Dalam hal pelibatan daerah biasanya saya dengan tujuh Pengajar Muda yang lain di kabupaten Tulang Bawang Barat bersama-sama dengan stakeholder pendidikan beberapa kali menginisiasi program seperti Achievement Motivation Training, pemberian informasi beasiswa ke sekolah menengah atas. Saya sendiri pernah mewakili teman-teman PM mengisi acara di Universitas Megow Pak untuk memotivasi mahasiswa yang ada di sana. Selain itu kami bersama guru-guru menfasilitasi kegiatan olimpiade untuk kegiatan sains ilmu pengetahuan alam.

Bagaimana kesan-kesan Anda tinggal bersama masyarakat dan mengajar di sekolah?
Dimana bumi pijak di situ langit dijunjung. Itulah prinsip yang selalu saya pegang teguh di tempat saya bertugas. Alhamdulillah dengan prinsip tersebut saya diterima oleh masyarakat dengan sangat baik. Di sana saya melihat Indonesia mini, dimana terlihat kemajemukan masyarakatnya dengan bermacam latar belakang, akan tetapi tetap hidup harmonis, saling menghormati satu sama lain. Masyarakat Lampung yang saya kenal adalah masyarakat yang baik. Yang terpenting bagi saya sebagai pendatang harus menghormati adat istiadat yang ada.
Selain itu, saya juga diterima di lingkungan sekolah dengan baik oleh semua lapisan, baik di lapisan anak-anak ataupun guru-guru. Sehingga saya mendapatkan kesenangan yang luar biasa. Setiap kali saya melewati rumah-rumah warga selalu saja ada sapaan kepada saya, bahkan tidak jarang selalu saja disuruh mampir. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya. Walaupun di beberapa hal ada kekurangan, di tempat bertugas saya menemukan guru-guru yang luar biasa, mereka punya kepedulian yang besar terhadap anak-anak. Di sana saya juga menemukan banyak anak-anak yang memiliki potensi yang luar biasa. Di samping saya mengajar, tapi saya juga banyak belajar dari guru-guru dan anak-anak.

Menurut Anda siapa yang telah memiliki peranan besar dalam memajukan pendidikan di sekolah tempat Anda bertugas?
Orang-orang yang telah memiliki peranan besar dalam memajukan pendidikan di sekolah adalah para guru-guru yang telah bertahun tahun mengabdi. Dari enam guru yang ada, semuanya belum ada yang PNS, mereka dengan suka rela mengabdi. Seperti halnya ada Ibu Eli yang sudah bertahun-tahun mengabdi dari sejak berdirinya sekolah ini tahun 2002, sampai sekarang pun tetap mengabdi meskipun tidak diangkat jadi PNS, kerena memang belum tamat S1. Maka dari itu, pengabdian saya sebenarnya belum seberapa dibandingkan para guru-guru yang sudah ada. Kehadiran saya di sana setidaknya untuk mengajak mereka semakin kreatif dalam mengajar meskipun latar belakang pendidikan mereka belum lulus S1. Bagi saya, meskipun mereka belum memiliki geral S1, tapi mereka adalah guru-guru yang luar biasa. Memiliki semangat yang besar untuk mengabdi.

Sudah hampir separuh penugasan Anda bersama dengan keluarga baru. Ceritakan kondisi keluarga dan kesan bersama keluarga baru!
Di tempat penugasan, saya tinggal bersama keluarga suku asli Lampung, selaku kepala keluarga yaitu pak Sahmin. Keluarga angkat saya atau yang sering kami sebut hostfam, sangat baik. Bahkan sejak pertama kali saya sampai di sana, saya sangat senang bersama dengan keluarga angkat. Bisa dibilang saya sekarang punya keluarga yang ketiga, pertama keluarga di Madura, kedua keluarga di Majene, dan ketiga keluarga di Lampung. Saya banyak belajar dari keluarga saya yang baru. Keluarga ini memiliki dua orang anak, pertama perempuan yang baru saja akan masuk SMP, sedang anak yang kedua laki-laki, baru akan masuk Taman Kanak-Kanak (TK).

Selama Anda bertugas tentu aktivitas Anda tidak bisa terlepas dari masyarakat. Ceritakan kondisi masyarakat tempat Anda tinggal!
Keberadaan masyarakat di sana sangat multikultur. Terdiri dari beberapa macam suku dan agama. Ada suku Lampung, Jawa, Sunda, Bali, dan lain-lain. Tidak jarang juga pendatang dari luar daerah seperti dari Jakarta,dan Sumatera Selatan, Bengkulu dan sebaginya. Dari situ, masyarakat di sana sebenarnya cukup toleran terhadap perbedaan. Hal ini sangat sesuai dengan konsep Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun mereka berbeda-beda tapi tetap satu, saling menghargai. 
Sedangkan kegiatan perekonomian masyarakat di sana didapat dari bertani. Rata-rata masyarakatnya menjadi pentani karet dan singkong. Hampirsaja waktu dalam kesehariaanya dihabiskan di kebun untuk menyadap karet dan merawat tanaman singkong. Hal ini juga yang menjadi alasan masih kurangnya keterlibatan orang tua siswa untuk terlibat mengawasi anak-anaknya. Karena para orang tua sibuk dengan pekerjaan di kebun.

Apa tantangan utama pendidikan di dusun tempat Anda bertugas?
Tantangan terbesar adalah masih belum ada kerja sama yang baik antar stakeholder pendidikan. Jalinan kerja sama antara sekolah dan orang tua siswa masih belum baik. Sehingga perhatian orang tua siswa terhadap sekolah masih minim, sehingga belum ada kontrol yang baik terhadap sekolah, lebih-lebih kontrol orang tua terhadap anak-anaknya. Seandainya saja sekolah mau melibatkan orang tua siswa dengan baik, dan sebaliknya, orang tua mau ikut terlibat secara langsung dalam kemajuan sekolah, seperti halnya mendukung setiap program positif yang dicanangkan sekolah, maka dengan sendirinya sekolah akan semakin berkembang dan tentu para siswa mendapatkan manfaat yang besar. Di samping itu, masih minimnya inisiasi dari sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas dan prestasi sekolah. Maka dari itu, harapannya ke depan akan terus ada inisiatif-inisiatif secara mandiri dari pihak sekolah dan masyarakat dalam kegiatan memajukan pendidikan di daerahnya.

Pengalaman apa yang dapat dipetik dari penugasan Anda?
Di sana, saya ingin mengungkapkan bahwa dalam kesederhanaan dan keterbatasan seperti apa pun kita harus tetap semangat untuk bangkit. Seperti halnya di sekolah tempat saya bertugas, walaupun atap sekolah tempat saya bertugas ada yang bocor, dimana apabila ada hujanturun, air masuk ke dalam ruang kelas. Bahkan air biasa menggenang di dalam kelas. Tapi anak-anak dan para guru tetap semangat menjalani proses pembelajaran. Ternyata dalam kesederhaan apa pun apabila dibarengi dengan semangat yang tinggi, tantangan seperti apa pun bisa terlampaui. Anak-anak tetap memiliki prestasi yang tinggi. Bahkan suatu kesyukuran anak-anak didik saya pun bisa menulis dengan baik. Maka harapan saya, draf buku Sekolah Damai yang sudah kami susun nantinya bisa terbit, sehingga anak-anak semakin percaya diri untuk semakin giat dalam berkarya, terutama di bidang kepenulisan. Karena saya pun melihat, rasa percaya diri anak perlu dimunculkan, meskipun mereka hidup di tempat yang serba terbatas tapi dalam hal prestasi, mereka harus bisa bersaing dengan anak-anak yang ada di tempat manapun. Anak-anak seperti merekalah calon memimpin di masa depan. Saya yakin pemimpin yang bisa melewati rintangan dan hambatan yang berat, kelak akan jadi pemimpin yang luar biasa.

Adakah perubahan positif dengan kehadiran Anda?
Salah satu perubahan dengan kehadiran Pengajar Muda di sekolah tempat saya bertugas, yang tidak lepas dari peran Pengajar Muda sebelum saya adalah semakin tingginya minat baca anak-anak di masyarakat. Kebetulan kami menginisiasi perpustakaan dusun dan perpustakaan sekolah, dari situ anak-anak hampir setiap hari ada yang selalu nongkrong sambil baca buku di perpustakaan. Anak-anak mulai terbiasa belajar keagamaan ke musholla di saat sore hari dengan kegiatan TPA, belakangan kegiatan tersebut dibantu oleh pemuda dusun yang aktif dibidang keagamaan. Selain itu, kebetulan saya memiliki background bidang jurnalistik, maka saya tertantang agar anak didik saya bisa pintar menulis. Alhamdulillah setelah tiga bulan saya mengajarkan anak-anak menulis dan membiasakan anak-anak menulis catatan harian di rumah, belakangan tulisan mereka sudah terkumpul dalam draf buku Sekolah Damai. Tinggal kami akan mencarikan penerbit yang siap mencetak buku anak didik tempat saya bertugas.


Bagaimana harapan Anda ke depan terkait kemajuan pendidikan di sekolah/masyarakat tempat bertugas?
Harapan saya terhadap kemajuan pendidikan di daerah tempat saya bertugas yaitu adanya kemandirian masyarakat. Dimana masyarakat menginisiasi kegiatan berdasar kebutuhan mereka sediri. Tidak selalu menunggu inisiasi dari luar. Saya berharap, masyarakat bisa secara mandiri memetakan masalahnya sendiri serta bisa memecahkan masalahnya sendiri. Terlebih lagi, masyarakat diharapkan bisa mengetahui lebih mendalam apa-apa yang menjadi kebutuhan mendesak dalam proses mamajukan Sumber Daya Manusia. Seperti halnya pendidikan, apabila masyarakat memandang pendidikan sebagai kebutuhan, tentu masyarakat akan sangat peduli dengan pemajuan pendidikan dan masa depan anak-anaknya.

Apa harapan Anda terkait kemajuan pendidikan dalam skala lebih luas?
Agar pendidikan kita semakin maju, harapan saya adalah agar semua masyarakat semakin menyadari akan pentingnya pendidikan. Semua orang saling bahu-membahu terlibat secara langsung ikut memajukan pendidikan. Saya di disiniberbicara pendidikan dalam arti luas. Dimana pendidikan tidak hanya dimaknai secara sempit di sekolahan saja, akan tetapi pendidikan secara menyeluruh. Karena pendidikan itu tidak hanya di sekolahan, bisa lewat pendidikan dalam keluarga, kursusan, pelatihan, dan lain-lain. Apabila pendidikan menjadi sebuah kebutuhan semua masyarakat maka secara tidak langsung pendidikan Indonesia semakin maju.
Saya berharap, setiap orang di Indonesia tidak berpangku tangan, tapi ikut turun tangan terlibat menyelesaikan pendidikan yang menjadi tugas kita bersama. Dimana memajukan pendidikan menjadi tugas bersama, bukan hanya tugas dari pemerintah saja. Saya yakin Indonesia bisa maju kelak. Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan. Meskipun di sana sani masih banyak kekurangan, akan tetapi apabila semua masyarakat Indonesia sudah bisa berpendidikan dengan baik, pasti kekurangan itu akan tertutupi. Tidak ada lagi masyarakat yang termarjinalkan. Tidak ada lagi masyarakat yang selalu dibodohi oleh kelompok-kelompok tertentu. Tidak ada lagi kebergantungan berlebihan negara ini terhadap negara lain.

Apa rencana Anda setelah selesai penugasan menjadi Pengajar Muda?
Rencana sehabis penugasan menjadi Pengajar Muda di SDN Terang Agung, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, saya akan melanjutkan studi S2 di bidang kependidikan anak usia dini. Hal ini memang relevan dengan latar belakang pendidikan saya semasih S1, yaitu jurusan kependidikan. Di sela-sela kuliah, saya akan menulis dan aktif di bidang sosial pendidikan di masyarakat. Karena saya memiliki target akan menjadi dosen atau pemerhati pendidikan di masa depan.
Tentu, selama penugasan saya menjadi Pengajar Muda telah membantu saya memberikan banyak pengalaman, baik dari segi kepengajaran yang kreatif, advokasi birokrasi, dan pembelajaran bersama masyarakat. Pengalaman seperti ini tidak saya dapatkan di bangku kuliah. Lewat menjadi Pengajar Muda inilah saya bisa mendapatkan pelajaran berharga bagaimana melakukan advokasi bagi pengembangan komunitas-komunitas dalammasyarakat. Lebih-lebih lagi, lewat Gerakan Indonesia Mengajar, saya mendapatkan banyak networking dengan beberapa kalangan. Terutama yang bergerak di bidang pendidikan. Lewat networking ini, bisa menjadi modal saya untuk bergerak lebih leluasa menghadapi masa purna dari penugasan menjadi pengajar Muda.
Intinya, dari kesemua rencana saya di masa depan akantetap bermuara untuk ikut serta memajukan pendidikan di republik tercinta dengan cara saya sendiri. Tidak ada lain yang lebih berharga dari pada mengabdikan diri bagi Indonesia. Karena saya membayangkan Indonesia di masa depan akan lebih maju sehingga anak cucu kita kelak akan mendapatkan pendidikan yang berkualitas tinggi. Nah, saya bersyukur sekali sudah sedini mungkin bisa tersadarkan akan pentingnya melunasi janji kemerdekaan lewat tindakan turun secara langsung di tengah-tengah masyarakat.


Komentar

Anggi Kartika Sari mengatakan…
3 jempol buat mas nurul,, keren, inspiratif, doakan kami anak2 LM bisa sukses seperti IM yaa..
tetap semangatt..!!! :)
M Nurul Ikhsan Saleh mengatakan…
Terima kasih banyak Anggi atas kunjungan dan komentarnya. Baik, saya bantu doa semoga guru-guru muda dari Lampung Mengajar sukses dan selalu semangat mengabdi di tempat tugas.

Postingan Populer