Sukses Terbesar dalam Hidupku #LPDP Sharing

Gambar: http://www.lpdp.depkeu.go.id/
Kesuksesan terbesar dalam hidup saya adalah ketika pada bulan Januari 2015 saya berhasil menyelesaikan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan dengan bergabung bersama Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) sejak tahun 2012 silam, dimana saya bisa mengabdi, berbagi, menginspirasi sekaligus belajar dari anak-anak, masyarakat dan pemerintah di tempat tugas. Selama menjadi Pengajar Muda (PM) di Majene dan Tulang Bawang Barat, saya merasa sangat bersyukur karena ilmu yang telah saya dapat dari semenjak di bangku sekolah dasar sampai perguruan tinggi bisa bermanfaat bagi orang lain, meskipun sebenarnya selama menempuh studi saya juga banyak melakukan pengabdian kepada masyarakat, tapi bergabungnya saya menjadi PM di sekolah dasar terpencil menjadi pengabdian terpanjang bagi saya selama ini. Paling tidak, pengabdian tersebut sebagai perwujudan tanda terima kasih saya kepada keluarga, guru, dan teman-teman saya yang telah mengajarkan kepada saya tentang pentingnya menjadi manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Tentu saja, kesuksesan tersebut tidak luput dari pengaruh jerih payah saya dalam menyelesaikan pendidikan formal sampai perguruan tinggi dengan beberapa prestasi yang dicapai sebelumnya. Semenjak dari sekolah dasar, saya ingin sekali bisa mengenyam ilmu pengetahun sampai perguruan tinggi dan kemudian mengajarkan kepada orang-orang di kampung tempat saya tinggal. Begitu juga dengan bapak saya yang terkadang berkata, “Anakku, meskipun bapakmu ini belum lulus sekolah dasar sekalipun, tapi bapak menginginkan kamu bisa sekolah setinggi-tingginya biar bisa bermanfaat nantinya”, itulah ungkapan bapak yang diucapkan dalam bahasa Madura yang saya ingat sampai saat ini dan hal itu pula yang memotivasi saya untuk tetap melanjutkan kuliah meski sebenarnya bapak tidak memiliki biaya untuk membiayai saya kuliah di luar kota. Sehingga setelah lulus SMA Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep tahun 2006, saya meneguhkan tekad agar bisa kuliah di Yogyakarta dan baru bisa terwujud tahun 2008, dimana sebelum kuliah sempat harus bekerja sebagai loper koran di Malioboro, membantu Yusuf Agensi berjualan buku, sempat juga menjadi staf administasi lembaga kursus bahasa Inggris, sampai kemudian menekuni dunia kepenulisan.

Sebelum akhirnya memutuskan mendaftar pada perguruan tinggi di Yogyakarta, saya sempat menginginkan kuliah di Universitas Gajah Mada atau Universitas Negeri Yogyakarta, berhubung saya tidak memiliki biaya yang cukup untuk membiayai sendiri pada kampus tersebut, akhirnya saya mendaftar di UIN Sunan Kalijaga pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang pembiayaannya masih terjangkau. Saat diterima menjadi mahasiswa baru, saya memanfaatkan dengan baik kesempatan untuk menjadi mahasiswa berprestasi karena saya berharap bisa mendapatkan beasiswa sehingga tidak perlu lagi kuliah sambil bekerja. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, kerja keras dalam belajar sampai larut malam dan dorongan dari berbagai pihak serta selalu menyelesaikan target program harian, mingguan, bulanan yang saya tuliskan di papan kamar kos, akhirnya pada semester berikutnya saya mendapatkan Beasiswa Prestasi dari Pemerintah Daerah Sumenep, semester tahun berikutnya mendapatkan dari Kementerian Agama RI dan pada semester lima lolos seleksi Djarum Beasiswa Plus.

Selain belajar di kampus saya juga belajar banyak di luar kampus seperti halnya berorganisasi, baik organisasi kemahasiswaan atau organisasi non-kemahasiswaan, bahkan lewat organisasilah saya bisa belajar banyak seputar kepemimpinan, kerjasama dalam tim, tanggung jawab dan lain-lain. Saya menjadi koordinator Departemen Penelitian dan Pengembangan pada Kelompok Studi Ilmu Pendidikan, Reporter LPM Paradigma, Departemen Kajian pada Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Pendidikan (FBEMP) Yogyakarta dan juga aktif pada pengembangan Bahasa Asing Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Pada organisasi luar kampus saya menjadi Person In Charge (PIC) Peace Generation Yogyakarta, yang bergerak di bidang puacebuilding bagi pemuda-pemuda utamanya di wilayah Yogyakarta, bergabung dengan Forum Indonesia Muda serta beberapa organisasi lain.

Di sela-sela padatnya aktivitas perkuliahan, berorganisasi dan pengabdian kepada masyarakat, saya tetap berusaha sebisa mungkin untuk tetap berbagi ilmu pengetahuan lewat menulis  di blog, media massa dan buku. Beberapa tulisan saya pernah dimuat oleh Media Indonesia, Seputar Indonesia, Koran Jakarta, Bernas Jogja, Surabaya Post, Bali Post, Lampung Post, Majalah Flamma dan Majalah Suluh. Selain itu, sebagai langkah meningkatkan rasa percaya diri dalam mempersentasikan hasil penelitian, saya mengikuti berbagai Lomba Karya Tulis Ilmiah dan bersyukur beberapa kali saya menjadi pemenangnya dari tahun 2009-2012; dua kali menjadi juara pertama, dua kali menjadi juara kedua, sekali menjadi juara ketiga dan beberapa kali menjadi finalis.

Akhirnya, kesuksesan terbesar dalam hidup, yang saya pahami sebagai kebermanfaatan bagi masyarakat Indonesia, semoga terus saya bisa lakukan. Lebih-lebih apabila saya bisa mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi Master, saya berkomitmen untuk bisa mengamalkan ilmu pengetahuan yang saya dapatkan untuk kebermanfaatan bagi kemajuan negara tercinta, Republik Indonesia.

Komentar

Hilman Firdaus mengatakan…
Assalamualaikum. Mas mau minta sharing pengalamannya terkait kontribusi pads negeri. Saya tidak pnya pngalaman berorganisasi dan saya juga tidak pnya prrstasi yg bisa dibanggakan. Kira kira cara menyiasatinya gimana ya? Terima kasih atas jawabannya.
M Nurul Ikhsan Saleh mengatakan…
Waalaikumsalam. Hilman, untuk sharing kontribusi untuk masyarakat bisa kamu baca di tulisan saya yang lain di blog ini, utamanya ketika saya terlibat dalam gerakan Indonesia Mengajar. Jika ingin punya pengalaman dan prestasi, silahkan mulai sekarang berbabunglah dan terlibatlah, itu yang lebih penting. Saya kira kamu sudah punya pengalaman dan prestasi, contoh jika kamu mahasiswa pastinya kamu akan melakukan KKN, dimana kegiatan tersebut bisa dibilang pengalaman pengabdian kemasyarakatan. Sedang dalam hal prestasi, contoh kecilnya adalah kamu bisa lulus dari SD, SMP, SMA, itu sudah sebuah prestasi, membantu orang tua, teman, dll, itu juga prestasi.

Entri Populer