Membangkitkan Kewirausahaan


Baru-baru ini Presiden mengemukakan bahwa untuk mengatasi keterbatasan kemampuan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja, maka sebagai salah satu upaya untuk mengatasi semakin meningkatnya jumlah pengangguran dan penduduk miskin adalah dengan memberdayakan masyarakat menjadi wirausaha melalui pengembangan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah (UMKM).

UMKM di Indonesia sebanyak 44.693.759 atau 99,84% dari unit usaha secara keseluruhan (BPS, 2005) menyerap tenaga kerja sebesar 82,2 juta tenaga kerja (88,64%) dari jumlah tenaga kerja yang ada di Indonesia. Ironisnya kontribusi UKM terhadap pembentukan PDB hanya sebesar 5,6% selebihnya merupakan peran usaha besar yang jumlahnya hanya 0,16%. Hal tersebut menggambarkan bahwa perekonomian nasional masih dikuasai oleh usaha besar. Berkenaan dengan hal di maksud sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar dan iklim yang kondusif bagi UMKM agar dapat mengejar ketertinggalannya dan sekaligus pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Sasaran
Dalam kurun waktu lima tahun mendatang (2009-2014) pemerintah telah menargetkan untuk mencetak sebanyak enam juta wirausaha baru. Langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai target tersebut adalah melalui tiga jalur yang meliputi; pertama, jalur pendidikan; kedua, jalur pengusaha; dan ketiga jalur kelompok pembina.

Melalui jalur pendidikan total wirausaha baru yang ditargetkan per tahun yaitu 917.840 orang, maka selama lima tahun sebanyak 4.623.400 orang. Melalui jalur jalur pengusaha sebanyak 278.320 orang, maka selama lima tahun 1.308.600 orang. Jalur kelompokl pembina, total wirausaha yang ditargetkan adalah 14.000 orang, maka selama lima tahun sebanyak 68.000 orang. Total target di seluruh Indonesia per tahun dapat mencetak wirausaha baru sebanyak 1.209.760 orang. Selama lima tahun ditargetkan dapat mencetak wirausaha baru sebanyak 6.000.000 orang.

Sasaran penumbuhan wirausaha baru tersebut dibagi berdasarkan sektor usaha terdiri dari pada sektor industri yang mencapai 4.185.814 orang, sektor perdagangan 1.172.908 orang dan sektor jasa 668.278 orang. Sedangkan, berdasarkan skala usaha wirausaha target penumbuhan wirausaha baru dapat dikelompokkan menjadi menengah, kecil dan mikro.

Strategi
Strategi penumbuhan wirausaha baru dapat dilakukan melalui tiga strategi, pertama; meningkatkan kemampuan kewirausahaan. Untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan dilakukan melalui langkah-langkah, (a) mengembangkan kewirausahaan bagi para pengusaha dan calon pengusaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan terutama melalui peningkatan etos kerja, kreativitas dan inovasi, produktivitas, kemampuan membuat keputusan dan mengambil resiko, serta kerjasama yang saling menguntungkan dan dengan menerapkan etika bisnis; (b) meningkatkan kinerja perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional terutama melalui; penciptaan lapangan kerja baru, penciptaan barang dan jasa yang lebih bermutu dan atau lebih beragam, peningkatan daya saing perusahaan, baik di pasar dalam negeri ataupun di pasar internasional.

Kedua, membudayakan kewirausahaan, yaitu mengarahkan wirausaha terutama kepada kegiatan ekonomi yang rasional, menguntungkan, berkelanjutan, dan dapat ditiru oleh masyarakat. Langkah untuk pencapaiannya dilakukan melalui; (a) kegiatan ekonomi yang rasional terutama kegiatan-kegiatan yang ditangani atau dioarganisir dalam perusahaan. Dengan demikian, sifat rasional dari kegiatan tersebut dapat diukur dengan ukuran kinerja yang lazim; (b) menawarkan kegiatan pada masyarakat yang menguntungkan bagi peserta program dan masyarakat pada umumnya; (c) menawarkan kegiatan yang berkelanjutan dan dapat ditiru oleh masyarakat.

Di samping itu membudayakan kewirausahaan harus secara intensif, komprehensif, dan terpadu, yang pencapaiannya dilakukan melalui (a) skala prioritas, (b) persiapan yang baik, dengan memperhatikan efektivitas dari berbagai kegiatan (c) kegiatan secara komprehenshif dan terpadu, mencakup kegiatan pra pelatihan, pelatihan, bimbingan dan konsultasi, magang dan studi banding, promosi dan temu usaha, serta peningkatan akses pasar dan pemberian bantuan perkuatan secara selektif, (d) penekanan pada kesesuaian kondisi dinamis masing-masing peserta atau kelompok peserta program yang dibina, (e) kegiatan peningkatan semangat, sikap dan perilaku kewirausahaan.

Ketiga, mendayagunakan sumberdaya, yaitu menggunakan sumberdaya yang tersedia, baik yang ada pada Departemen maupun instansi yang terkait dan masyarakat serta teknologi informasi. Langkah-langkah yang dilakukan (a) sumberdaya yang tersedia di berbagai Departemen Pemerintah berupa aparat pembina, sarana dan prasana, serta anggaran perlu dikerahkan dan didayagunakan dan menunjang pengembangan kewirausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (b) sumberdaya utama untuk membantu kewirausahaan pada para pengusaha kecil dan koperasi pada khususnya adalah para pengusaha itu sendiri melalui uapaya pengembangan diri sambil melaksanakan kegiatan usaha.

Keempat, memberdayakan koperasi simpan pinjam dan lembaga keuangan mikro. Dalam upaya mempermudah akses calon wirausaha baru terhadap sumber-sumber permodalan untuk modal kerja, sebaiknya lembaga keuangan mikro dan koperasi simpan pinjam diberdayakan. Dengan tersebarnya koperasi-koperasi diharapkan kesulitan permodalan yang diahadapi oleh wirausaha. Oleh karena itu lembaga keuangan mikro perlu diberdayakan agar lebih mampu melayani calon anggota, dan anggotanya.

Harapan
Penumbuhan wirausaha baru sebaiknya lebih selektif dan mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas. Dengan menumbuh kembangkan wirausaha baru yang berkualitas dapat dijadikan sebagai patron untuk pengembangan wirausaha. Jadi bentuk dulu wirausaha yang berkualitas untuk dapat dijadikan sebagai percontohan kemudian dapat direplikasikan ke daerah lain. Dengan demikian dapat meyakinkan calon wirausaha bahwa ada arah dan harapan yang akan mereka capai.

Untuk mengatasi keterbatasan permodalan yang dihadapi oleh wirausaha sebaiknya lembaga keuangan mikro diberdayaakn agar dapat lebih mampu melayani para anggota dan calon anggota sehingga dapat mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru. 

Komentar

Entri Populer