Berawal dari Semangat Bermimpi

Inilah kota impian Nurul, Kota Yogyakarta
Bulan Oktober 2006, saya nekat datang ke Yogyakarta. Kedatangan itu merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Sebelumnya, pertengahan tahun 2006 setelah lulus Sekolah Menengah Atas, SMA Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, saya bermimpi kuliah di Yogyakarta, tapi tidak diperbolehkan oleh kedua orang tua dengan alasan tidak kuat membiayai dan didukung kepercayaan dalam keluarga saya bahwa kota Yogyakarta adalah sarang pergaulan bebas. Maklum saya hidup dalam keluarga yang taat beragama, dan seringkali beranggapan buruk terhadap pergaulan di kota-kota besar. Walhasil, dengan tanpa pamit di bulan Oktober tersebut, saya berangkat ke kota yang kaya akan budaya ini dengan hanya berbekal uang 600 ribu rupiah.

Namun, setelah sepuluh hari tinggal di Kota Gudeg, saya berubah pikiran. Teman saya Bernando J. Sujibto menyarankan kepada saya untuk pintar bahasa Inggris terlebih dahulu sebelum tinggal di kota pelajar ini. Dengan tanpa pertimbangan panjang akhirnya saya memutuskan pergi ke Pare Kediri untuk menimba bahasa Inggris. Berselang setengah bulan kemudian, uang saku saya habis. Ketika mencoba meminta kiriman uang kepada kedua orang tua di rumah, mereka tidak ada yang mau mengasihkan uang sepeser pun. Alhamdulillah tanpa diduga saya diterima menjadi officer pada lembaga kursus Raymond English Course, Pare dengan hanya bermodalkan bisa mengetik sepuluh jari dan melayout di Corel Draw. Saya mulai hidup tenang. Makan gratis. Tempat tinggal gratis.

Setengah tahun kemudian selama belajar bahasa Inggris di Pare, saya mulai direstui oleh kedua orang tua atas kepergian selama berbulan-bulan. Tapi, sejak saat itu saya tidak lagi berpikir untuk seenaknya meminta kiriman uang, saya bermimpi untuk hidup mandiri. Hingga pada tahun 2007, ketika saya kembali lagi ke Yogyakarta, tinggal di Lembaga Kajian Kutub Yogyakarta (LKKY) bersama sahabat-sahabat yang dalam membiayai kehidupan sehari-harinya adalah dari hasil jerih payah sendiri. Tidak salah, ketika awal mula di Yogyakarta, saya sempat selama empat bulan berjualan koran di sekitaran Maliboro dan selama empat bulan membantu toko buku Yusuf Agency berjualan buku obral pada even-even tertentu di beberapa kota. Di Surabaya, Malang, Semarang, Selatiga, Solo, Kudus, Yogyakarta, dan Bandung. Dari kumpulan uang yang saya dapatkan tersebut ditambah hasil menulis di media massa akhirnya saya mampu membeli komputer second dan untuk membiayai masuk kuliah pada tahun 2008. Berselang dua tahun kemudian, bulan Oktober 2010, saya mendapatkan beasiswa cukup bergengsi di lingkungan mahasiswa Indonesia, yaitu Djarum Beasiswa Plus.
Pembelian Komputer Second Hasil dari Berjualan Koran dan Menulis di Media Massa
Memimpikan Menjadi Blogger
Pada awal menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saya memiliki mimpi. Mimpi menjadi blogger. Blogger di bidang apa? Padahal, untuk membuat blog saja masih kesulitan. Beberapa kali saya berusaha untuk mewujudkan mimpi itu, tetapi tidak pernah menjadi kenyataan. Setiap kali mimpi itu memproses menjadi sebuah wujud nyata, setiap kali gugur di tengah jalan. Ibarat orang mimpi yang tiba-tiba terbangun, terputus mimpi itu. Saya bertanya, apakah seumur-umur hanya akan bermimpi dan tidak berusaha menghidupkan blog yang bisa dibaca oleh banyak orang dan syukur-syukur berguna bagi masyarakat luas? Pertanyan itu yang antara lain menjadi pendorong saya untuk mewujudkan mimpi itu. Mimpi menjadi blogger sejati.

Pertemuan Pertama Bersama Beswan Djarum Jogja Angkatan 26
Saya sangat bahagia, dikala bulan Oktober 2010 saya secara resmi diterima menjadi anggota Beswan Djarum, segeralah mimpi itu bersinar lagi. Saya mendapatkan account baru Blog Beswan Djarum. Waktu itu, saya berpikir, keinginan saya harus menjadi kenyataan! Karena itu, saya berusaha menuliskan setiap kali ada event-event pengembangan softskill dari Djarum Beasiswa Plus dan mengumpulkan tulisan-tulisan yang berceceran baik yang sempat dimuat di media massa atau tulisan yang ditolak, untuk mewujudkan impian itu. Dan di saat mendapatkan sambutan baik dari sahabat-sahabat Beswan Djarum lain, keinginan untuk aktif ngeblog bertambah kuat. Maka saya pun mulai belajar mempergunakan blog dengan baik selama bermalam-malam, bahkan berminggu-minggu full.

Tidak terasa, saya semakin terbiasa memanfaatkan blog berkat ditambah penjelasan dari sahabat-sahabat alumni Beswan Djarum lewat komunikasi di dunia maya. Terus terang, saya terinspirasi untuk secara konsisten dan aktif menulis di blog setelah melihat blog Magfur Amin yang memenangkan perlombaan Blog Beswan Djarum pada tahun 2010 silam. Berkat kemampuan ngeblog pada Blog Beswan Djarum akhirnya saya memutuskan aktif ngeblog di Blogspot ini agar tulisan yang ada dapat dikonsumsi masyarakat secara lebih luas lagi, tidak hanya untuk keluarga Beswan Djarum. Meski banyak kekurangan di sana-sini, semoga kekurangan tersebut bisa saya kurangi terus-terus di masa berikutnya.

Laptop Nurul dari Hasil Mendapatkan Djarum Beasiswa Plus
Ketika Mimpi Itu Bermuara Pada Kompetisi Blog Beswan Djarum
Pada akhirnya, tidak bisa saya pungkiri bahwa keberadaan blog Beswan Djarum yang saya miliki adalah atas dukungan dari banyak orang. Sudah sepantasnya kalau saya mengucapkan terimakasih kepada mereka yang telah memberikan kesempatan, membantu, dan mendorong eksistensinya blog Beswan Djarum saya. Yang paling utama, saya harus mengucapkan terimakasih kepada pihak penyelenggara Djarum Beasiswa Plus, yang telah menfasilitasi Blog Beswan Djarum dalam pengembangan softskill bagi penerimanya. Juga atas pemberian bantuan dana berupa uang sebesar Rp. 600.000 perbulan, sehingga saya bisa membeli laptop Compac dengan kredit Rp. 467.500 perbulan selama setahun. Dengan laptop inilah saya bisa terbantu menyelesaikan tugas kuliah, menuliskan opini, resensi buku, kebudayaan, ikut LKT, dan tentu juga untuk keperluan tulisan pada Blog Beswan Djarum.

Foto Bersama Para Penerima Djarum Beasiswa Plus Angkatan 26
Terimakasih juga saya sampaikan kepada pembina Beswan Djarum Yogyakarta beserta juga sahabat-sahabat Beswan Djarum di suluruh Indonesia, terlebih sahabat Blogger Beswan Djarum yang telah memberikan dukungan kepada saya. Secara khusus juga saya ucapkan terimakasih kepada Irma Lestari dan Magfur Amin yang sempat beberapa kali memberikan masukan kepada saya sehingga terwujudlah impian saya untuk aktif di dunia blog. Dari kegiatan ngeblog, saya akhirnya juga tidak ketinggalan untuk aktif di Office Website Beswan Djarum, yang secara berurutan saya dua kali mendapatkan hadiah buku dari forum Tokoh Kita yaitu Your Job is Not Your Career ketika bertanya kepada Enda Nasution-seorang Penulis dan Blogger, dan buku Pak Beye dan Istananya ketika bertanya kepada Tina Talisa-seorang News Presenter. Ucapan terimaksih juga patut saya sampaikan kepada Anis Baswedan yang telah memberikan dorongan semangat kepada saya lewat komentarnya di blog Beswan Djarum saya pada tulisan Bersama Kita Mengajar, yaitu kegiatan tour promosi Indonesia Mengajar di Auditoriaum University Club UGM pada 11 Januari 2011.

Komentar

Siska Indah K.'s Site mengatakan…
Wah.. great story mz.. dari mulai nyari uang sendiri, dapat beasiswa, tulisan di muat di media, dll...
banyak banget pencapaiannya :)
M Nurul Ikhsan Saleh mengatakan…
Terimakasih Siska buat apresiasinya. Semuanya berawal dari mimpi Siska, saya bermimpi, kemudian saya berusaha keras untuk mewujudkan mimpi itu. So, mari bermimpi selanjutnya do the best! :-)
Siska Indah K.'s Site mengatakan…
oh, ya mas..
kebetulan saya juga apply beswan djarum, masih tahap seleksi...
ada tips ngga mas biar bisa lolos tahapan-tahapannya..
mas dulu gimana pengalamannya?
M Nurul Ikhsan Saleh mengatakan…
O siska ingin dapat beasiswa Djarum Beasiswa Plus ya. Saya doakan semoga sukses. Tips saya buat Siska, jika siska masuk tahap kedua (tahap psikotes dan wawancara) ada beberapa yang perlu dipersiapkan. Pertama, siska butuh membaca/belajar tentang psikotes, bisa cari lewat google contoh-contoh soal dan jawabannya. Kedua, ditahap wawancara, Siska harus tenang, just be yourself, jadilah diri-sendiri, tidak usah mengada-ada, alias jujur. Ketiga, jangan lupa berdoa dan minta donya orang kedua orang tua. :-) Semoga lancar dan sukses Siska!
M Nurul Ikhsan Saleh mengatakan…
Siska, terimaksih atas apresiasinya dan kunjungannya di blog ini. Salam kebermanfaatan :-)
Anonim mengatakan…
waahhh, sebuah inpirasi yang membangun semangat untuk terus belajar dan terus berusaha :)

Entri Populer